Merekam Tawa dalam Kolaboraksi di Permata Insani

Merekam Tawa dalam Kolaboraksi di Permata Insani

 

Panti Asuhan Yayasan Permata Insani yang letaknya tak jauh dari pintu keluar tol Cijago Depok, menjadi tempat ‘Tebar Buka’ ketujuh selama rangkaian acara SERABI (Semangat Ramadhan Berbagi dan Peduli). SERABI digagas oleh DKM Masjid Yusuf BDI PT Medco Energi dan berkolaborasi dengan Sajubu dan @thestreetstore. Selama Ramadhan ini, Open Drop Box di Mesjid Yusuf Energi Building menampung donasi untuk makanan berbuka, paket sembako, buku-buku dan sandang layak pakai. Makanan berbuka dan paket sembako akan disalurkan ke 19 panti asuhan di Jabodetabek dalam subacara yang disebut Tebar Buka. Sedangkan buku-buku donasi yang terkumpul akan diamanahkan kepada SAJUBU untuk disalurkan kepada perpustakaan-perpustakaan yang terdaftar di sisfosajubu. Sandang layak pakai pun akan di estafet ke thestreetstore untuk disalurkan kembali kepada yang membutuhkan.

Mas Sigit, penanggung jawab dari DKM Mesjid Yusuf BDI memang secara khusus meminta Sajubu untuk dapat hadir dan menghibur adik-adik di beberapa panti asuhan yang sudah dijadwalkan. Sajubu yang memang tergabung dalam naungan Komunitas Beraksi, mengajak beberapa komunitas literasi lainnya untuk #kolaboraksi dalam mengisi acara.

Rabu lalu tanggal 15 Juni lalu, kami sedikit berbelok dari arah pulang biasanya, menuju Panti Asuhan Yayasan Permata Insani. Kak Fadila dari Ayo Dongeng Indonesia, misalnya, yang jauh-jauh berangkat dari domisilinya di Pasar Minggu, demi mendongeng. Tak sia-sia, perempuan ceria dengan suara lantang itu pun mampu menyedot perhatian sekitar 70an adik-adik binaan panti. Mereka larut dalam cerita yang dibawakan Kak Fadila. Padahal acara Tebar Buka tersebut dimulai di sore hari, saat sisa energi mereka kian tipis.

Pun dengan Kak Willy, founder komunitas BukuBagiNTT, yang datang dari bilangan Kuningan untuk memandu games dan ice breaking. Dengan bantuan kakak-kakaknya lainnya, seperti Kak Anaz, Kak Nopi, dan Kak Like membuat adik-adik binaan panti bertambah antusias dan semangat mengikuti games. Seolah membuat mereka lupa dengan penantian terhadap adzan magrib sedari siang. Kami merekam tawa, canda, dan keceriaan kental kentara di acara yang hanya berlangsung satu setengah jam tersebut.

Setelah pembagian hadiah games berupa buku, adik-adik pun duduk rapih kembali untuk persiapan berbuka. Usai menikmati makanan pembuka, dilanjutkan dengan solat magrib berjamaah. Setelah itu, masing-masing adik diberikan nasi box. Tidak semua adik-adik binaan tinggal di asrama, kebanyakan mereka pulang ke rumah yang letaknya pun tak terlalu jauh dari panti. Adik-adik binaan terdiri dari berbagai kelompok usia, dari usia pra sekolah sampai SMP. Beberapa memang masih sangat kecil, bahkan terlihat sampai kewalahan saat membawa nasi box.

Selain Mas Sigit, Pak Dani sebagai perwakilan DKM Mesjid BDI pun hadir dalam Tebar Buka tersebut. Doa bersama yang dipimpin oleh perwakilan pengurus panti menjadi tanda harus berakhirnya kebersamaan di petang kemarin.

“Kakak.. kakak.. nanti kesini lagi, ya!” pesan seorang adik, seperti tidak rela atas kepulangan kami.

Dan inilah yang menjadi hutang kami selanjutnya. Semoga ada kesempatan untuk berkunjung kembali ke bangunan yang baru ditempati sejak Maret 2016 lalu. Sebelumnya, lokasi panti memang sempat berpindah-pindah karena pengelola panti masih mengontrak rumah. Siapa menyangka, bangunan dua lantai yang cukup besar dengan tembok bercat putih tersebut adalah hasil tabungan dari donasi yang masuk ke yayasan selama empat tahun.

Tebar Buka selanjutnya yang kembali diisi oleh teman-teman Komunitas Beraksi akan berlangsung pada Senin, 27 Juni nanti di Panti Asuhan Keluarga Aisyiyah, Cikini.

Yuk, berbagi!

oleh : Diaz Setia