Tata Cara Pengajuan Melalui Sisfosajubu

Tata Cara Pengajuan Melalui Sisfosajubu

1. Kunjungi laman http://www.sisfosajubu.jejaring.org/

2. Klik ‘Daftar Sekarang’ untuk pengajuan baru.

3. Mengisi formulir registrasi Perpustakaan/TBM dan mengunggah foto berukuran kurang dari 2 MB.

4. Beberapa waktu kemudian akan ada email konfirmasi ke Email Contact Person 1 dari sistem untuk pemberian Username dan Password.

5. Jika pihak pengaju merasa ada yang kurang lengkap dengan data yang dimasukkan maka dapat mengedit dengan masuk terlebih dahulu ke dalam sisfo menggunakan Username dan Password yang telah diberikan.

6. Selanjutnya formulir ini akan dicek oleh relawan, dan nantinya juga akan ada pemberitahuan melalui email apakah tempat ini diterima, dalam proses evaluasi, atau blacklist.

7. Apabila diterima, diharapkan agar melakukan konfirmasi kembali setelah paket tersebut sampai dengan mengisi daftar buku dan jumlah beserta foto-foto penerimaan.

8. Waktu maksimal melakukan konfirmasi penerimaan paket adalah 2 (dua) minggu, jika pihak pengaju tidak melakukan konfirmasi selama batas waktu tersebut maka akan diberlakukan blacklist pada Perpustakaan/TBM tersebut.

Catatan :
Bagi tempat yang sudah pernah mengajukan tidak perlu mendaftar lagi, karena nanti akan diproses datanya oleh relawan. Email Contact Person yang pernah didaftarkan sebelumnya akan menerima email konfirmasi Sisfosajubu beserta User dan Password yang bisa digunakan untuk masuk dalam sistem ini, jadi dapat langsung klik ‘Masuk’. Apabila ada perubahan data mengenai jumlah siswa, nomor telepon, penambahan foto, dan sebagainya, dapat dilakukan oleh masing-masing pengaju setelah menerima email konfirmasi.

Unduh SOP Sisfosajubu untuk informasi pendaftaran di http://www.sisfosajubu.jejaring.org/

Oleh : Novita Anggraini

Lupa Password Sisfosajubu

Lupa Password Sisfosajubu

Pernahkah kalian naik angkot, lantas tiba-tiba dengan senang hati si sopir angkot bilang, “nggak usah bayar, Dik. Gratis hari ini”.

Pernahkah kalian pergi ke Kantor Kepala Desa, ke Kelurahan mengurus KTP, lantas petugasnya sambil tersenyum bilang, “tunggu sebentar ya, satu jam lagi KTP-nya pasti jadi”. Kemudian petugas mengurus dengan bersemangat, kesana-kemari, langsung jadi. Saat KTP ingin diambil, ingin memberi uang lebih karena ihklas, si petugas sambil nyengir bilang, “maaf tidak usah Mbak, sudah kewajiban kami kok”

Pernahkah kalian ditilang Polisi, lantas Pak Polisi hanya menepuk bahu, tersenyum seraya mengatakan, “besok jangan lupa helm-nya ya Mas, ayo silahkan jalan lagi”.

Pernahkah kalian bertemu dokter, berobat, diterima dengan senyum, dijelaskan dengan rinci, bahkan dia pandai sekali memberi tips agar sakit tak terulang, saat hendak membayar, “ini no hp saya ya, besok lusa kalau ada keluhan nggak usah datang, sms atau telepon saja, kan repot jauh datang”.

Pernahkah kalian punya teman yang mau berbagi apa saja, punya tetangga yang baik dan suka mengirim makanan? Pernahkah…

Kemanakah pendidikan akhlak itu, yang tersisa hari ini adalah : sopir angkot galak mengejar setoran, petugas yang jangankan berpikir mengabdi, dokter dengan kepedulian terbatas, polisi yang lebih sering menyusahkan dibandingkan mengayomi, kawan yang sering mengajak kesia-siaan, tetangga yang kotor dan dengki hatinya.

Kemanakah akhlak mulia itu. Maka jangan tanya pemimpin-pemimpin kita, jangan tanya orang-orang yang memiliki kekuasaan, acara-acara di televisi sudah penuh dengan kehidupan glamour orang menengah ke atas.

Mulai hari ini, mari kita meneguhkan hati, merapatkan barisan, kesempatan itu tetap ada, ketika generasi baru terlahirkan dengan akhlak cemerlang bagai mutiara. Mari kita serbu rumah-rumah mereka, kamar-kamar mereka, ruang makan, ruang tamu dengan buku-buku. Buku-buku yang dibaca oleh anak-anak mereka, maka ketika keadaan sekitar begitu rusaknya memberi teladan, semoga dengan buku-buku yang baik mereka akan terinspirasi sebuah kebaikan juga. Sesuatu yang disebut akhlak mulia.

Seperti deru pesawat terbang, membuat bergetar kolam tenang 30.000 kaki di bawahnya, membuat bergetar jendela-jendela rumah.

Begitulah kebaikan yang akan membuat bergetar hati kita.

* * *

Proses Seleksi Perpustakaan/Taman Bacaan

Karena mulai ada beberapa yang bertanya, maka ada baiknya, dituliskan dokumen ini, agar menjadi perhatian rekan-rekan relawan, anggota group, dan semua pendukung gerakan ini.

Bisa dikatakan, 90% email request buku dikabulkan oleh operasional. Terutama request yang datang dari perpustakaan sekolah (SD, SMP, SMA), hampir bisa dibilang 100% lolos.

Nah, biar menjadi jelas, maka berikut yang membuat request ditolak:

1. Perpustakaan/Taman Bacaan belum ada.

Perpustakaan/Taman bacaan mutlak harus sudah beroperasi 6 bulan, agar ada jaminan keberlanjutan perpustakaan/taman bacaan tersebut. Kami dengan berbangga hati, dengan segenap perasaan yakin, selalu menyarankan, jika rekan-rekan punya niat tulus, keinginan kuat ikut mengurus anak-anak di sekitar kita dengan mendirikan taman bacaan, maka dirikanlah. Mulailah dengan kepal tangan, kemampuan yang ada. Insya Allah, semua pintu bantuan akan terbuka. Nah, setelah 6 bulan berjalan apa adanya, terbukti taman bacaan tersebut aktif, ada anak-anak yang semangat membaca, silahkan kirim request.

2. Perpustakaan/Taman Bacaan yang diperuntukkan untuk TPA.

Buku-buku yang dikirimkan gerakan ini tidak cocok untuk bacaan anak-anak di bawah 6 tahun. Jadi dengan amat menyesal tidak bisa dipenuhi. Termasuk perpustakaan/taman bacaan umum dengan anggota lebih banyak anak-anak di bawah 6 tahun.

3. Perpustakaan/Taman Bacaan Kampus/Universitas/atau umum

Dengan anggota mayoritas 18 tahun ke atas. Ini sudah jelas, karena gerakan ini untuk anak-anak usia SD, SMP, dan SMA.

4. Perpustakaan/Taman Bacaan yang tidak bisa menunjukkan (lewat foto2) bahwa perpustakaan/taman bacaan-nya aktif.

Karena relawan tidak bisa survei langsung, maka penting sekali mengirimkan foto-foto yang bisa menunjukkan kalau perpustakaan/taman bacaan tersebut aktif. Kirimkanlah foto2 yg ukurannya kecil (size di bawah 100KB), tapi bernilai informasi besar.

5. Perpustakaan/Taman Bacaan Komersil

Dikecualikan jika iuran bagi anggota untuk biaya pemeliharaan dan nilainya tidak signifikan.

6. Perpustakaan Daerah/Perpustakaan Umum milik Pemerintah.

Kalau yang ini sudah jelas.

Nah, jika perpustakaan/taman bacaan yang kalian nominasikan tidak termasuk dalam daftar 1-6 di atas, maka insyaAllah, 90% akan lolos seleksi. Tinggal menunggu. Berikan waktu 3-4 minggu bagi gerakan ini menyelesaikan daftar antrian, paket buku-bukunya insyaAllah tiba. 🙂