Eksplorasi Balai Kirti

Eksplorasi Balai Kirti

Kebangkitan Nasional adalah masa di mana bangkitnya rasa dan semangat persatuan, kesatuan dan nasionalisme untuk memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia yang salah satunya ditandai dengan berdirinya Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908. 108 tahun sudah berlalu, semoga semangat kebangkitan ini masih terpatri di hati pemuda-pemudi Indonesia.

Sebagai salah satu cara memperingati Hari Kebangkitan Nasional di tahun 2016 ini, Sajubu berkolaborasi bersama Terminal Hujan dan Beasiswa Alumni SMAKBo mengadakan event mengunjungi Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti yang berlokasi di kawasan Istana Kepresidenan Bogor. Untuk sedikit informasi, nama Kirti ini diambil dari Bahasa Sanskerta yang berarti kemasyhuran. Balai Kirti diresmikan pada tanggal 18 Oktober 2014 oleh Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono. Museum ini didirikan di tanah seluas kurang lebih 3211,6 meter persegi, sebagai penghargaan atas karya dan prestasi dari presiden pertama sampai dengan keenam dalam membangun Indonesia. Dengan desain sedemikian rupa, semangat para presiden yang telah membangun dan berjasa bagi Indonesia dapat diresapi kehadirannya.

Ketika memasuki Balai Kirti di lantai pertama, pengunjung disambut oleh lambang negara Indonesia. Burung Garuda dengan gagahnya bertengger di pintu masuk, diapit oleh teks Proklamasi di sebelah kiri dan teks Pancasila di sebelah kanan. Ke arah kanan dari pintu masuk terpampang jelas teks pembukaan Undang Undang Dasar 1945 sebagai dasar negara Indonesia. Agak ke dalam, patung 6 presiden Republik Indonesia berdiri dengan gaya khasnya masing-masing. Ukuran patung ini sebesar 1,5 kali ukuran asli para presiden. Ruang museum lantai dua memamerkan barang-barang memorabilia pribadi milik para presiden terdahulu. Setiap presiden, masing-masing memiliki satu ruangan. Mulai dari pakaian lengkap dengan atributnya, yang biasa digunakan para presiden dalam menerima tamu kenegaraan, jam tangan kesayangan, kacamata yang digunakan, sampai foto-foto bersejarah dapat dilihat di lantai dua ini.

Setiap ruangan dilengkapi foto dan quotes dari masing-masing presiden.

Soekarno : “Jas Merah. Jangan sekali-sekali meninggalkan sejarah”

Soeharto : “Hanya sebutir pasir yang dapat kami beri untuk memperkokoh pondasi negara republik proklamasi”

B.J. Habibie : “Indonesia harus mengandalkan pada sumberdaya manusia yang berbudaya, merdeka, bebas, produktif dan berdayasaing tinggi”

K.H. Abdurrahman Wahid : “Tidak ada kekuasaan yan layak dipertahankan dengan pertumpahan darah”

Megawati Soekarnoputri : “Bendera telah aku kibarkan, pantang surut langkahku walau tinggal sendirian”

Susilo Bambang Yudhoyono : “Kekuasaan itu menggoda, gunakan dengan penuh amanah untuk kepentingan bangsa”

Di lantai dua juga terdapat ruang perpustakaan, surganya para pembaca buku. Buku-buku di ruang ini adalah buku koleksi pribadi para presiden. Pada kesempatan kali ini, rombongan Kami mendapatkan kesempatan emas untuk memasuki ruang perpustakaan dan berlama-lama menelisik koleksi buku apa saja yang ada di sana. Ruang perpustakaan saya nobatkan sebagai ruangan terfavorit se-Balai Kirti. Hehehe

Oleh : Jeni Fajarnisfi 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *