Pentingnya Buku dan Minat Baca dalam Menunjang Pendidikan

(Artikel ini merupakan tulisan Bu Yani, Kepala Sekolah SMPN 9 Cibinong Kab. Cianjur. Bu Yani membagi pandangannya tentang minat baca dan kisah tentang kondisi tempat ia mengabdi.)

Bagi sebagian masyarakat, buku belum menjadi kebutuhan pokok. Kebanyakan orang lebih senang menghabiskan waktu senggang dan uangnya untuk berjalan jalan ke mall dibandingkan ke perpustakaan atau toko buku. padahal banyak sekali manfaat yang di dapat dengan kita membaca buku.
Dengan memperkenalkan buku pada anak sejak kecil maka itu bisa menjadi alasan untuk membentuk mereka menjadi manusia yang berpendidikan, berwatak ,berwawasan dan berintelegensi tinggi di kemudian hari.
Buku akan menjadi sumber informasi utama dan bisa menjadi guru yang dapat hadir kapan saja di perlukan. Minat membaca merupakan persyaratan seseorang untuk selalu membiasakan diri membaca sebagai salah satu kebutuhan hidupnya. Semakin tinggi minat baca seseorang maka akan semakin cerdas orang tersebut.


Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan kegemaran membaca di lembaga sekolah, yaitu sekolah harus mampu memfasilitasi minat baca murid dengan melengkapi perpustakaan sekolah dengan berbagai jenis dan ragam buku. Sedangkan lingkungan keluarga juga mempunyai peranan cukup besar untuk menumbuhkan minat baca seseorang. Upaya yang dapat diterapkan di lingkup keluarga untuk pembiasaan membaca anak, diantaranya; anak dikenalkan dengan buku sedini mungkin; ajak anak ke toko buku; ajari anak untuk menyisihkan uang jajannya untuk membeli buku; ciptakan perpustakaan sendiri di rumah. Karena minat baca merupakan persyaratan dan sekaligus ciri kemajuan pendidikan suatu bangsa.


SMPN 9 Cibinong Cianjur berjarak kurang lebih 100 km dari pusat kota kabupaten Cianjur, merupakan sekolah yang baru didirikan pada tahun 2015. Sekolah kami masih memerlukan banyak sekali pembangunan di sana sini untuk kemajuan peserta didiknya, terutama dalam pengadaan buku buku referensi yang belum sama sekali dimiliki oleh sekolah kami. Keadaan ekonomi peserta didik pada umumnya berasal dari keluarga menengah ke bawah yang tidak memiliki kemampuan untuk membeli buku, apalagi buku buku referensi. Padahal minat para peserta didik sangat tinggi sekali terhadap bacaan bacaan yang mendidik.


Berbagai upaya telah kami lakukan untuk memfasilitasi peserta didik dalam pemenuhan minat bacanya, tetapi dengan keterbatasan membuat kami sedikit kesulitan untuk mendapatkan buku buku referensi. Semua guru pengajar di SMPN 9 Cibinong yang merupakan tenaga honorer sangat tidak mungkin untuk membantu menyediakan buku buku referensi bagi peserta didik. Penulis, selaku Kepala Sekolah menjadi satu-satunya tenaga yang berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang kebetulan tinggal di Kota Kabupaten Cianjur. Setiap berangkat ke SMPN 9 Cibinong berusaha untuk membawa buku buku referensi yang diperlukan untuk peserta didik walau dalam jumlah yang sedikit sekali.
Sampai pada suatu saat kami mendengar adanya himpunan anak anak muda yang begitu peduli terhadap pendidikan, terutama bagi daerah yang terisolir dari pusat kota seperti sekolah kami. Alhamdulillah kami bisa berkomunikasi dengan salah satu relawan gerakan “1 Juta Buku untuk Anak-anak Indonesia” (SAJUBU) yang memberikan bantuan buku-buku referensi yang sangat diperlukan oleh sekolah kami. Anak-anak lebih semangat ke sekolah karena termotivasi dengan banyaknya buku referensi yang dapat mereka baca di sekolah.
Terimakasih kepada SAJUBU yang telah begitu peduli terhadap kemajuan peserta didik kami dengan bantuan buku-bukunya, mudah mudahan semua kegiatan ini mendapatkan ridho dan pahala dari Allah SWT. Aamiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *