Fun Library Management di Asrama Sunan Giri

Fun Library Management di Asrama Sunan Giri

“Manajemen perpustakaan merupakan hal fundamental yang harus dibenahi untuk membangun sebuah peradaban besar”

1 Mei 2014, Kak Kiki, salah satu salah satu relawan gerakan 1 Juta Buku untuk Anak-anak Indonesia berkesempatan menjadi narasumber dalam pelatihan Fun Management Library, bertempat di masjid asrama YAPI (Yayasan Asrama Pemuda Indonesia) Sunan Giri (@asramagiri), Rawamangun. Peserta pelatihan adalah penghuni asrama, yang meskipun sebagian besar adalah mahasiswa UNJ. Acara pelatihan memang rutin diadakan tahunan sebagai salah satu rangkaian dari regenerasi pengurus asrama Sunan Giri, tetapi setiap pergantian kepengurusan tema pelatihannya berbeda-beda tergantung kepada kebutuhan. Nah, karena tahun ini kakak-kakak asrama berniat memfokuskan agenda untuk kembali mengaktifkan perpustakaan asrama, maka tema yang dipilih adalah Fun Library Management.

Sebelumnya, Kak Kiki telah lebih dulu mendapat training Fun Library Management yang diadakan oleh teman-teman Goodreads Indonesia, bertempat di ruang audio visual Museum Bank Mandiri. Sehingga begitu Sajubu mendapat undangan untuk menjadi narasumber Fun Library Management, dikirimlah Kak Kiki untuk menularkan pengetahuannya.

IMG_20140501_112524
Teman-teman asrama Sunan Giri antusias menyimak Kak Kiki

Jam 11 siang, pelatihan dimulai, peserta pelatihan sebanyak 13 orang, masing-masing membawa laptop dengan akses internetnya, karena merupakan syarat wajib pelatihan. Peserta pelatihan terlihat antusias menyimak satu demi satu penjelasan dari Kak Kiki dan langsung dibimbing untuk mempraktekan di laptop masing-masing.

Fun Library Management adalah pelatihan mengenai pengelolaan perpustakaan berbasis IT. Sebuah aplikasi bernama “psenayan” mampu menampung semua informasi mengenai buku-buku koleksi perpustakaan. Kegiatan pengelolaan perpustakaan dengan aplikasi “psenayan” berprinsip menyimpan semua informasi mengenai koleksi buku-buku perpustakaan ke dalam format digital, sehingga akan memudahkan pengunjung maupun pengurus perpustakaan dalam mencari atau melacak koleksi perpustakaan. Secara garis besar terdapat beberapa menu dalam aplikasi tersebut, yaitu 1) Bibliografi, untuk menginput detail informasi buku (seperti judul, cover buku, tahun terbit, jumlah halaman, sinopsis, kode buku, dll), 2) Circulation, memuat setiap transaksi buku di perpustakaan. Contohnya seperti transaksi peminjaman buku maupun pengembalian buku, 3) Stock Take, memuat stok buku yang tersedia di perpustakaan, dan yang terakhir adalah 4) Membership, merupakan sebuah menu untuk mengelola data keanggotaan perpustakaan

IMG_20140501_121932
Penyerahan sertifikat narasumber dan kenang-kenangan dari Asrama Sunan Giri

Namun aplikasi tersebut hanya bisa digunakan dalam satu PC, dan tidak dapat berpindah-pindah PC. Artinya ketika pada awalnya data-data perpus menggunakan PC yang didalamnya telah terinstall aplikasi “psenayan”, maka seterusnya pengelolaan perpustakaan tersebut juga harus menggunakan PC tersebut. Meskipun beberapa PC telah diinstall aplikasi tersebut, namun tidak bisa membuka informasi yang telah diinput di PC awal.

IMG_20140501_124551
Koleksi buku Perpustakaan Asrama Sunan Giri

Tak terasa 2 jam berlalu, Kak Kiki menyudahi pelatihan, teman-teman asrama Sunan Giri berniat mengaplikasikan manajemen perpustakaan berbasis IT tersebut untuk perpustakaan asrama. Setelah penyerahan sertifikat narasumber dan kenang-kenangan dari pengurus asrama, kami diajak untuk mengunjungi perpustakaan asrama. Perpustakaan tersebut nantinya akan dibuka untuk umum, karena kebetulan lingkungan asrama Sunan Giri dikelilingi oleh lingkungan pendidikan (terdapat Paud dan SD disekitarnya), namun sebelum itu pengurus asrama terlebih dahulu ingin membenahi sistem perpustakaan. Meski berlangsung diwaktu yang singkat, semoga pelatihan tersebut bermanfaat!

Untitled

Semangat untuk semua pengurus perpustakaan yang sedang mengambil andil untuk turut membangun sebuah peradaban besar!

Proses Seleksi Perpustakaan/Taman Bacaan

Karena mulai ada beberapa yang bertanya, maka ada baiknya, dituliskan dokumen ini, agar menjadi perhatian rekan-rekan relawan, anggota group, dan semua pendukung gerakan ini.

Bisa dikatakan, 90% email request buku dikabulkan oleh operasional. Terutama request yang datang dari perpustakaan sekolah (SD, SMP, SMA), hampir bisa dibilang 100% lolos.

Nah, biar menjadi jelas, maka berikut yang membuat request ditolak:

1. Perpustakaan/Taman Bacaan belum ada.

Perpustakaan/Taman bacaan mutlak harus sudah beroperasi 6 bulan, agar ada jaminan keberlanjutan perpustakaan/taman bacaan tersebut. Kami dengan berbangga hati, dengan segenap perasaan yakin, selalu menyarankan, jika rekan-rekan punya niat tulus, keinginan kuat ikut mengurus anak-anak di sekitar kita dengan mendirikan taman bacaan, maka dirikanlah. Mulailah dengan kepal tangan, kemampuan yang ada. Insya Allah, semua pintu bantuan akan terbuka. Nah, setelah 6 bulan berjalan apa adanya, terbukti taman bacaan tersebut aktif, ada anak-anak yang semangat membaca, silahkan kirim request.

2. Perpustakaan/Taman Bacaan yang diperuntukkan untuk TPA.

Buku-buku yang dikirimkan gerakan ini tidak cocok untuk bacaan anak-anak di bawah 6 tahun. Jadi dengan amat menyesal tidak bisa dipenuhi. Termasuk perpustakaan/taman bacaan umum dengan anggota lebih banyak anak-anak di bawah 6 tahun.

3. Perpustakaan/Taman Bacaan Kampus/Universitas/atau umum

Dengan anggota mayoritas 18 tahun ke atas. Ini sudah jelas, karena gerakan ini untuk anak-anak usia SD, SMP, dan SMA.

4. Perpustakaan/Taman Bacaan yang tidak bisa menunjukkan (lewat foto2) bahwa perpustakaan/taman bacaan-nya aktif.

Karena relawan tidak bisa survei langsung, maka penting sekali mengirimkan foto-foto yang bisa menunjukkan kalau perpustakaan/taman bacaan tersebut aktif. Kirimkanlah foto2 yg ukurannya kecil (size di bawah 100KB), tapi bernilai informasi besar.

5. Perpustakaan/Taman Bacaan Komersil

Dikecualikan jika iuran bagi anggota untuk biaya pemeliharaan dan nilainya tidak signifikan.

6. Perpustakaan Daerah/Perpustakaan Umum milik Pemerintah.

Kalau yang ini sudah jelas.

Nah, jika perpustakaan/taman bacaan yang kalian nominasikan tidak termasuk dalam daftar 1-6 di atas, maka insyaAllah, 90% akan lolos seleksi. Tinggal menunggu. Berikan waktu 3-4 minggu bagi gerakan ini menyelesaikan daftar antrian, paket buku-bukunya insyaAllah tiba. 🙂